22 Februari 2011 - 20:30

Seorang aktivis politik di Libiya mengaku melihat sebuah pesawat kecil telah membawa Imam Musa Sadr keluar dari Libiya pagi kemarin.

Menurut Kantor Berita ABNA, ketika pemerintahan Libiya pimpinan Muammar Qhaddafi hampir tumbang, seorang aktivis politik Libya bernama Sami al-Musrati dalam satu pmbicaraan melalui telepon kepada stasiun TV al-'Alam mengaku, "Hari ini, (Senin 22/2), sebuah pesawat kecil membawa Imam Musa Sadr keluar dari negara ini".

Beliau menambahkan, "Saksi mata pagi tadi melihat Syaikh Imam Musa Sadr dipindahkan ke suatu tempat yang tidak diketahui dengan sebuah pesawat".

Sebelum ini, aktivis oposisi pemerintahan Libiya, Isa Abdul Majid Mansur berkata, "Imam Musa Sadr masih hidup dan diselundupkan ke bagian selatan Lebanon."

Beliau menambah, "Kami memiliki banyak bukti-bukti akurat, kuat dan bisa dipercaya untuk membuktikan kebenaran klaim kami. Bahkan informasi dari sipir penjarapun telah kami peroleh."

Dengan adanya kemungkinan Imam Musa Sadr masih hidup, Aktivis politik yang seringkali berhadapan dengan kediktatoran Qhadaffi ini menuntut agar organisasi pembela HAM baik dalam negeri maupun internasional serius untuk meneliti perkara ini.

Ayatullah Imam Musa Sadr adalah seorang pemimpin Syiah Lebanon yang oleh ajakan dari Qhadaffi pergi menemui nya bersama kedua sahabatnya Syaikh Muhammad Ya'qub dan Abbas Badaruddin namun kemudian diculik oleh pasukan keamanan negara ini dan hilang sejak 25/8/1978. Setelah itu diumumkan, Imam Musa Sadr telah meninggal dunia. Mengenai apakah beliau sampai sekarang masih hidup atau telah benar-benar meninggal dunia, masih simpang siur,